Anda tahu ikan teri? pasti tahu, minimal pernah dengar namanya. Memang, ikan teri terkesan ikan murah dan hanya kalangan bawah saja yang mengkonsumsi ikan ini. Tapi tahukah Anda, bahwa ikan teri ini mengandung protein yang tinggi.
Ikan teri ini hidupnya di permukaan laut. Orang memilah teri menjadi dua jenis: teri biasa dan teri kecil atau biasa disebut teri nasi. Di pasar teri dijual dalam keadaan basah dan kering, yang sering dibeli adalah teri kering karena dapat disimpan lebih lama dan lebih enak.
protein gizi teri tak terkira. Karena kalau makan teri, otomatis Kita makan dengan tulang-tulangnya, sehingga siap memasok kalsium dan fosfor yang terdapat didalamnya. Kandungan proteinnya lebih tinggi dibanding telur ikan (bahkan mungkin telur ikan eksklusif yang disebut kaviar).
jika per 100 gram telur ikan mengandung 31 gram protein (energi 148 kalori), ikan teri kering mengandung protein 32,5 gram (energi 153 kalori) dan ikan teri biasa 33,3 gram (energi 159 kalori). Protein ikan teri basah lebih, hanya setengahnya, maklum airnya masih banyak.
oleh karena itu, ikan teri dapat diberikan dengan mencampurkannya kedalam bubur atau tim. Untuk membantu tekstur bubur, dapat diberikan dalam bentuk tepung teri yang dibuat dari teri kering yang digiling atau ditumbuk.
Jadi, kalau Kita bingung karena uang tidak cukup untuk membeli bubur atau susu pabrik untuk balita Kita, cukup membuatnya dengannya teri dan dicampur dengan air sayur bayam, kandungan proteinnya tidak akan kalah.
Mau mencoba?? lumayan bisa lebih ngirit.
Read More../Baca Selanjutnya..
15 Mei 2009
08 Mei 2009
3 Alasan Kenapa Anak Perlu Bermain
Bermain itu adalah hak anak. Sayang tingkat bermain anak di Indonesia sangat rendah. Padahal bermain memberi manfaat bagi anak.
Menurut psikolog anak Ratih Andjayani Ibrahim, ada 3 alasan kenapa anak mesti punya kesempatan untuk bermain yang menyenangkan.
1. Dengan bermain anak akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang utuh, sehat jiwa dan bahagia.
2. Tanpa unsur bermain yang menyenangkan dan bergerak, anak akan tumbuh menjadi dewasa yang kurang tegas, stres, dan neurotik.
3. Pada level ekstrim, ketegangan dan stres bisa memicu gangguan-gangguan, termasuk gangguan jiwa.
Kebutuhan anak-anak usia 2 - 13 tahun adalah bermain. "Maka biarlah mereka bermain, jangan dipaksa belajar atau les ini dan les itu. Kalau mau mengajari (pelajaran) kan bisa dengan bermain," kata Ratih.
sumber : kompas.com Read More../Baca Selanjutnya..
Menurut psikolog anak Ratih Andjayani Ibrahim, ada 3 alasan kenapa anak mesti punya kesempatan untuk bermain yang menyenangkan.
1. Dengan bermain anak akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang utuh, sehat jiwa dan bahagia.
2. Tanpa unsur bermain yang menyenangkan dan bergerak, anak akan tumbuh menjadi dewasa yang kurang tegas, stres, dan neurotik.
3. Pada level ekstrim, ketegangan dan stres bisa memicu gangguan-gangguan, termasuk gangguan jiwa.
Kebutuhan anak-anak usia 2 - 13 tahun adalah bermain. "Maka biarlah mereka bermain, jangan dipaksa belajar atau les ini dan les itu. Kalau mau mengajari (pelajaran) kan bisa dengan bermain," kata Ratih.
sumber : kompas.com Read More../Baca Selanjutnya..
Langganan:
Postingan (Atom)